Mitos dan Fakta Mengenai Cincin Tunangan


Cincin tunangan rupanya mempunyai mitos dan faktanya sendiri. Padahal terkesan awam, Anda perlu memahami hal ini dengan bagus supaya mengenal kebaikan atau keburukan dibalik sesuatu.

Tunangan merupakan kata sakral bagi sepasang kekasih yang sudah lama menjalin relasi. Tunangan berarti ikatan sementara sebelum kedua pasangan benar-benar menikah. Cincin amat dibutuhkan sebagai simbol yang mengikat dua belah pihak. Nah, berikut fakta menarik mengenai hal ini seperti kalung berlian.

Cincin di Jari Manis
Kebanyakan wanita mengenakan cincin di jari manis sebelah kiri. Beritanya, masyarakat zaman dahulu percaya bahwa jari manis pada tangan kiri wanita terdapat pembuluh vena Amoris. Pembuluh ini lantas terhubung ke jantung. Karenanya dari itu, adat istiadat ini konsisten dijalankan hingga kini.

Kunjungi Juga : Perhiasan Berlian Asli

Amoris berasal dari kata Amor, dalam mitologi Yunani berarti cinta, dewa percintaan. Diandalkan, bila hal ini dijalankan akan bisa membawa kebahagiaan bagi pasangan kekasih. Kaprah-kaprah, mitos atau fakta ya?

Cincin dari Platinum
Ada cincin platinum dan emas. Kedua bahan ini kerap diterapkan sebagai bahan utama membikin perhiasan. Lebih-lebih lagi platinum. Bahan ini mengandung Hypoallergenic, merupakan zat yang bisa menghindari alergi bagi pemakainya, bagus itu berupa gatal-gatal, rona kemerahan pada kulit, atau iritasi.

Platinum yakni unggulan orang-orang saat mengorder Cincin tunangan. Kecuali sebab ada kandungan Hypoallergenic, juga mengandung sedikit tambang dari pada emas putih. Jadi, lebih aman diterapkan.

Undang-Undang Mengenai Cincin Pertunangan
Pada abad ke-20, di Amerika ada sebuah UU perihal pelanggaran komitmen pernikahan. Isinya merupakan cincin pertunangan dari pihak pria yang telah dikasih terhadap wanita akan menjadi hadiah bagi sang wanita. Melainkan, bila sesudah itu pernikahan gagal berlangsung, karenanya cincin akan dikembalikan pada sang pria.

Miris sekali ya, bila sepatutnya usai demikian. Pernikahan yang diidamkan sekian lama gagal terjadi, pun pertunangan bahkan sudah dijalankan. Namun bila memang tak ditakdirkan, ingin bagaimana lagi.

Menikah yaitu sesuatu yang sakral dan mengikat dua orang yang saling mencintai. Nah, percayakah kalian dengan ketiga mitos atau fakta Cincin tunangan di atas?

Kunjungi di Toko Perhiasan

Artikel Lainnya : Desain Cincin Terbaik

admin@jeta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Malas Minum Air Putih? Coba Atasi dengan Trik

Tue Jun 30 , 2020
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter is-resized"><img src="https://www.passionjewelry.co.id/uploads/cara-merawat-cincin-nikah-agar-tetap-bersih-dan-bersinar-520-2020-02-13-173013.jpg" alt="" width="367" height="367"/></figure></div> <p><br>Cincin tunangan rupanya mempunyai mitos dan faktanya sendiri. Padahal terkesan awam, Anda perlu memahami hal ini dengan bagus supaya mengenal kebaikan atau keburukan dibalik sesuatu. <br><br>Tunangan merupakan kata sakral bagi sepasang kekasih yang sudah lama menjalin relasi. Tunangan berarti ikatan sementara sebelum kedua pasangan benar-benar menikah. Cincin amat dibutuhkan sebagai simbol yang mengikat dua belah pihak. Nah, berikut fakta menarik mengenai hal ini seperti <a href="https://www.passionjewelry.co.id/product-list/self-appreciation/pendant">kalung berlian</a>.</p> <p><strong>Cincin di Jari Manis</strong><br>Kebanyakan wanita mengenakan cincin di jari manis sebelah kiri. Beritanya, masyarakat zaman dahulu percaya bahwa jari manis pada tangan kiri wanita terdapat pembuluh vena Amoris. Pembuluh ini lantas terhubung ke jantung. Karenanya dari itu, adat istiadat ini konsisten dijalankan hingga kini.</p> <p>Kunjungi Juga : <a href="https://www.passionjewelry.co.id/product-list/category-wedding/engagement-ring">Perhiasan Berlian Asli</a><br><br>Amoris berasal dari kata Amor, dalam mitologi Yunani berarti cinta, dewa percintaan. Diandalkan, bila hal ini dijalankan akan bisa membawa kebahagiaan bagi pasangan kekasih. Kaprah-kaprah, mitos atau fakta ya?</p> <p><strong>Cincin dari Platinum</strong><br>Ada cincin platinum dan emas. Kedua bahan ini kerap diterapkan sebagai bahan utama membikin perhiasan. Lebih-lebih lagi platinum. Bahan ini mengandung Hypoallergenic, merupakan zat yang bisa menghindari alergi bagi pemakainya, bagus itu berupa gatal-gatal, rona kemerahan pada kulit, atau iritasi.<br><br>Platinum yakni unggulan orang-orang saat mengorder Cincin tunangan. Kecuali sebab ada kandungan Hypoallergenic, juga mengandung sedikit tambang dari pada emas putih. Jadi, lebih aman diterapkan.</p> <p><strong>Undang-Undang Mengenai Cincin Pertunangan</strong><br>Pada abad ke-20, di Amerika ada sebuah UU perihal pelanggaran komitmen pernikahan. Isinya merupakan cincin pertunangan dari pihak pria yang telah dikasih terhadap wanita akan menjadi hadiah bagi sang wanita. Melainkan, bila sesudah itu pernikahan gagal berlangsung, karenanya cincin akan dikembalikan pada sang pria.<br><br>Miris sekali ya, bila sepatutnya usai demikian. Pernikahan yang diidamkan sekian lama gagal terjadi, pun pertunangan bahkan sudah dijalankan. Namun bila memang tak ditakdirkan, ingin bagaimana lagi.<br><br> Menikah yaitu sesuatu yang sakral dan mengikat dua orang yang saling mencintai. Nah, percayakah kalian dengan ketiga mitos atau fakta <a href="https://www.passionjewelry.co.id/product-list/category-wedding/engagement-ring">Cincin tunangan</a> di atas? </p> <p>Kunjungi di <a href="https://www.passionjewelry.co.id/about-us">Toko Perhiasan</a> </p> <p></p> <p></p> <p>Artikel Lainnya : <a href="http://jetajone.com/2020/06/30/desain-cincin-nikah-unik-mana-favoritmu/">Desain Cincin Terbaik</a></p>