Peralatan Standar Keselamatan untuk Pekerja Konstruksi

Setiap perusahaan sudah seharusnya memastikan para pekerja dan orang lain yang juga ikut berpartisipasi dalam proses kerja untuk tetap aman. Praktek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) diantaranya meliputi pencegahan, pemberian sanksi dan kompensasi, serta perawatan luka dan perawatan bagi pekerja yang memerlukan perawatan kesehatan ataupun cuti sakit.

Pentingnya melindungi keselamatan selama bekerja adalah untuk menghindari dan meminimalkan terjadinya bahaya yang mungkin menimpa pekerja. Kelengkapan keselamatan kerja juga bervariasi tergantung pada pekerjaan apa yang dibidanginya. Misalkan perlengkapan keselamatan untuk pekerja pabrik, biasanya merupakan helm, sarung tangan, kacamata, dan sebagainya. Sementara perlengkapan K3 untuk dokter, biasanya merupakan sarung tangan, masker, dan sebagainya.

Pengelompokan bahaya yang bisa terjadi di lingkungan kerja

1. Bahaya Fisik dan Mekanis

Sumber utama kecelakaan pada banyak industri yaitu bahaya fisik. Bahaya fisik memang tidak bisa terhindari. Tetapi, seiring dengan adanya prosedur keamanan yang semakin berkembang, risiko akan bahaya fisik bisa diminimalisasi.

Contoh bahaya yang bisa terjadi antara lain: jatuh dalam konstruksi bangunan, terjerat dalam ruang pertambangan, ataupun kecelakaan karena mesin pabrik akibat adanya kekeliruan mekanis. Dalam kasus ini, pekerja juga bisa mengalami permasalahan pendengaran seandainya tempat kerja terlalu berisik.

2. Bahaya Kimia dan Biologis

Bahaya kimia dan biologis berpotensi terjadi pada tempat dimana kebersihan ataupun penyimpanan bahan kimia yang tidak benar. Bahaya kimia bisa dipicu oleh: basa, logam berat, pelarut seperti minyak bumi, partikulat seperti asbes dan silika, asap, bahan kimia reaktif, api dan bahan mudah terbakar. Sementara bahaya biologis bisa dipicu oleh: kuman, virus, dan jamur.

Konstruksi yaitu salah satu pekerjaan paling berisiko tinggi karena dikenal sebagai pekerjaan yang mempunyai angka kematian terbanyak di antara bidang lainnya. Risiko jatuh merupakan penyebab kecelakaan tertinggi di bidang konstruksi. Pemakaian perlengkapan keselamatan kerja yang tepat seperti helm, pagar, ataupun proses prosedur keamanan seperti kontrol perlengkapan bisa mengurangi risiko kecelakaan di tempat kerja.

Kelengkapan Keselamatan Lewat di Bidang Konstruksi

Dalam artikel ini, kami akan mengulas beberapa perlengkapan keselamatan kerja yang harusnya digunakan secara umum oleh para pekerja, terutama di bidang konstruksi.

1. Sepatu safety (pengaman)

Sepatu safety (pengaman) berfungsi untuk melindungi pekerja dari bahaya. Sepatu pengaman digunakan agar pekerja tidak terpeleset disaat bekerja di zona yang berlumpur atau berlumut. Sepatu pengaman juga bisa menjaga pekerja disaat bersentuhan langsung dengan benda panas dan cairan kimia, tidak terkena sengatan listrik, dan melindungi kaki dari benda tajam atau keras.

2. Sarung tangan

Sarung tangan berfungsi sebagai pelindung tangan pekerja supaya tidak terluka, terkena bahan kimia yang berisiko tinggi, ataupun kontak lantangsung dari perlengkapan kerja yang panas. Sarung tangan mempunyai tipe dan fungsi yang berbeda. Dalam memilih sarung tangan bisa disesuaikan dengan tempat bekerja.

3. Masker

Umumnya orang akan mengenakan masker disaat bepergian, melindungi wajah dari polusi atau disaat sedang sakit. Tetapi, penerapan masker tidak hanya sebatas itu saja. Masker juga seharusnya digunakan pekerja yang berada di dalam ruangan.

Dalam beberapa profesi, penggunaan masker tidak terlalu dibutuhkan. Tetapi untuk pekerjaan di mana pekerja senantiasa terkena debu atau bahan beracun, penggunaan masker merupakan hal yang seharusnya dilakukan. Dengan begitu, masker bisa menolong pekerja tetap bernapas dengan mendapatkan udara yang berkualitas karena biasanya masker bisa menyaring udara.

4. Penyumbat alat pendengaran (Ear Plug / Ear Muff)

Dalam beberapa lingkungan kerja, pekerja akan memerlukan penyumbat untuk melindungi alat pendengaran/telinga dari kebisingan atau bunyi yang memekakkan telinga. Contohnya kita tidak akan dapat menerima bunyi berintensitas tinggi dengan frekuensi yang tidak sesuai dengan ukuran alat pendengar manusia. Misalnya, disaat kita bekerja di lapangan udara, kita tidak akan dapat menahan kebisingan yang dihasilkan dari mesin pesawat.

5. Kacamata Safety

Sama seperti telinga yang tidak bisa mendapatkan kebisingan, mata kita juga harus dilindungi dari risiko benda tajam, bahan kimia, atau percikan api.

Setiap pekerjaan yang memerlukan kacamata tentunya mempunyai spesifikasi sendiri tergantung pada situasi dan daerah lingkungan kerja. Tukang las, contohnya. Karena ini memerlukan kacamata safety yang bisa membuat mata terlindung dari percikan api atau besi yang dilas.

6. Pelindung wajah

Pelindung wajah berfungsi untuk melindungi wajah pekerja dari percikan bunga api, benda tajam, atau benda asing lainnya. Misalkan, digunakan disaat pekerja menggiling benda keras ataupun mengerjakan las.

7. Helmet Head Protection (Helm Safety / Pengaman)

Kepala merupakan bagian tubuh yang sangat diprioritaskan untuk dilindungi karena dalam kerangka kepala terdapat otak yang mempunyai fungsi vital. Maka dari itu, pekerja seharusnya memberikan perlindungan khusus dengan mengenakan helm safety yang berguna untuk melindungi kepala dari benturan benda-benda tajam baik secara langsung atau tidak langsung.

8. Safety Harness

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya di mana resiko jatuh merupakan penyebab tertinggi kecelakaan. Perusahaan tentu seharusnya memastikan bahwa pekerjanya menggunakan serangkaian alat keselamatan kerja yang baik dan benar.

Anda bekerja di tempat yang tinggi, tentunya Anda memerlukan alat pelindung dalam wujud safety harness. Kelengkapan perlindungan ini difungsikan agar pekerja tetap aman disaat bekerja di ketinggian, terlebih lagi disaat berada di atas 1,8 meter.

Baca juga: Rompi Safety

admin@jeta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *