Hal Yang Perlu Diperhatikan Jika Ingin Menyewa Tempat Untuk Usaha

Tempat usaha yang sesuai harus menjadi prioritas jika Anda telah mantap berkeinginan membuka bisnis. Faktanya status tempat usaha itu tidak harus hak milik. Langkah ini dapat dipilih untuk menekan modal.

Bayangkan saja berapa dana yang harus disiapkan untuk membeli tempat usaha, misalkan ruko atau toko. Pasti besar, bukan?

Menyewa tempat usaha jadi keputusan yang logis. Kini tidak sulit menemukan tempat usaha yang disewakan karena banyak tersebar dimana-mana.

Untuk mendapatkannya juga tidak sulit karena tinggal menghubungi pemilik saja. Umumnya di lokasi yang disewakan disertakan nomor telepon pemilik yang dapat dihubungi.

Cek Juga: Sewa Kantor

Perjanjian sewa daerah usaha

Sebelum memilih tempat usaha yang akan disewakan, Anda harus sudah menetapkan lokasi yang baik dan berpotensi meningkatkan omset penjualan. Bagaimana juga pemilihan lokasi merupakan hal yang sangat penting demi kelangsungan usaha.

Sesudah itu barulah berunding dengan pemilik daerah tersebut. Jangan lupa memastikan bangunan itu telah mempunyai IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Perlu diamati juga bahwa IMB yang dimiliki pemilik tempat tersebut boleh digunakan untuk usaha.

Beberapa tempat mempunyai peraturannya sendiri. Misalnya Jakarta, tidak memperkenankan tempat yang IMB-nya untuk Rumah Tinggal seandainya dijadikan lokasi usaha. Hal ini nantinya berkaitan dengan pengurusan perizinan usaha. Ditambah lagi, seandainya butuh pinjaman, bank-bank umumnya akan minta dokumen yang lengkap dan sesuai.

Misalnya IMB tidak ada masalah, barulah berikutnya mendiskusikan masalah harga sewa. Setelah harga deal, berikutnya membuat surat perjanjian sewa ruko. Surat perjanjian ini jangan diabaikan karena itu menjadi bukti yang mengikat dengan pemilik ruko atau toko.

Kurang lebih surat perjanjian itu berisikan:
– identitas masing-masing pihak
– rincian pengendalian hak dan kewajiban masing-masing pihak
– besaran harga dan lamanya sewa
– kewajiban biaya-biaya operasional seperti listrik dan PBB dibebankan kepada siapa.

Simak Juga: Sewa Rumah

Di sinilah pentingnya negosiasi dilakukan Dalam surat perjanjian itu sebaiknya mencantumkan dengan jelas biaya-biaya apa saja yang menjadi tanggungan penyewa. Misalkan saja penyewa menanggung biaya listrik, air, retribusi, dan sejenisnya. Sedangkan PBB ditanggung pemilik.

Jangan lupakan juga surat perjanjian itu ditandatangi kedua belah pihak di atas materai secukupnya. Sertakan juga dua saksi yang mengetahui perjanjian itu dibuat. Sebisa mungkin saksi berasal dari ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). Tetapi mengadakan saksi ini bukan hal wajib.

Pengurusan izin gangguan

Apakah sudah selesai dan bisa membuka bisnis? Bisa saja, tetapi jangan lupa juga mengurus izin usahanya.

Izin usaha penting karena menjadi keaslian kelangsungkan usaha untuk kedepannya. Apalagi apabila tempat usahanya masuk radius ring 1 alias daerah ramai maka mudah dideteksi oleh aparat. Jadi jangan coba-coba membuka usaha tanpa izin.

Apa saja yang perlu diperhatikan dalam pengurusan izin gangguan/Hinder Ordonantie (HO) ini? Pertama yang harus diketahuil, izin gangguan/HO adalah izin tempat usaha atau aktivitas terhadap pribadi atau badan peraturan yang melakukan suatu bidang usaha yang berpotensi memunculkan bahaya, kerugian, dan gangguan masyarakat serta kelestarian lingkungan hidup.

Bisa jadi izin gangguan ini ‘menganggu’ pemilik usaha kecil atau pemula. tetapi suka atau tidak suka, ini tata tertib yang memang harus dijalankan apabila berkeinginan usaha beroperasi secara resmi. Izin ini disyaratkan dengan tujuan pembinaan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan usaha dalam upaya melindungi kepentingan umum.

Dokumen yang dibutuhkan pengurusan izin, khusus pembisnis pemula yaitu:

  • Fotokopi KTP pemohon
  • Fotokopi IMB
  • Fotokopi NPWP pemohon
  • Surat persetujuan tetangga (form diperoleh dari kantor lurah)
  • Bukti pembayaran PBB terakhir
  • Surat perjanjian sewa tempat usaha (seandainya sewa)

Cek Juga: Sewa Ruko

Pengerjaannya dokumen itu diserahkan ke pemerintah setempat. Setelah memakan waktu kurang lebih tiga minggu. Sesudah itu akan menerima surat ketentuan retribusi tempat (SKRD).

Masa berlaku izin ini yaitu tiga tahun dan bisa diperpanjang. Dokumen perpanjangan izin sama seperti disaat pengajuan izin pertama namun ditambah dengan surat izin gangguan yang sebelumnya.

Dengan mengantongi izin gangguan ini, maka tempat usaha tersebut telah memenuhi unsur legalitas. Mungkin pernah dann sudah banyak informasi di media massa di mana tempat-tempat usaha yang liar alias tidak berizin dibongkar paksa aparat pemerintah.

Selain itu, izin yang dimiliki dengan sendirinya menjadi senjata ampuh sebagai sarana perlindungan peraturan. Lagi pula, mengantongi izin gangguan memperlihatkan bukti pemilik usaha mematuhi hukum peraturan yang berlaku.

Demikian hal-hal dasar yang perlu diperhatikan saat berkeinginan menyewa tempat untuk usaha. Harga sewa memang menjadi unsur pertimbangan utama. Tetapi izin usaha juga harus dipertimbangkan.

Untuk apa bayar murah apabila keaslian usaha tidak dapat dilaksanakan dengan benar? Malah dapat terkena dampat tindakan langsung dari aparat dan justru tempat usaha harus dipaksa tutup.

Lagipula, masalah harga sewa seharusnya menjadi bagian dari modal. pinjaman untuk usaha sekarang ini juga sudah banyak tersedia bukan?

Simak Juga: Sewa Gudang

admin@jeta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Peralatan Standar Keselamatan untuk Pekerja Konstruksi

Tue Sep 17 , 2019
<figure class="wp-block-image"><img src="https://video-images.vice.com/articles/5b0586bcaa74da0007e59326/lede/1527089297819-Apartment-for-rent-Getty-images-ablokhin.jpeg?crop=1xw%3A0.8433521923620934xh%3Bcenter%2Ccenter&resize=2000%3A*" alt=""/></figure> <p>Tempat usaha yang sesuai harus menjadi prioritas jika Anda telah mantap berkeinginan membuka bisnis. Faktanya status tempat usaha itu tidak harus hak milik. Langkah ini dapat dipilih untuk menekan modal.</p> <p>Bayangkan saja berapa dana yang harus disiapkan untuk membeli tempat usaha, misalkan ruko atau toko. Pasti besar, bukan?</p> <p>Menyewa tempat usaha jadi keputusan yang logis. Kini tidak sulit menemukan tempat usaha yang disewakan karena banyak tersebar dimana-mana.</p> <p>Untuk mendapatkannya juga tidak sulit karena tinggal menghubungi pemilik saja. Umumnya di lokasi yang disewakan disertakan nomor telepon pemilik yang dapat dihubungi.</p> <p>Cek Juga: <a href="https://www.rentfix.com/search?property_group=1&property_type_id=3">Sewa Kantor</a></p> <p><strong>Perjanjian sewa daerah usaha</strong></p> <p>Sebelum memilih tempat usaha yang akan disewakan, Anda harus sudah menetapkan lokasi yang baik dan berpotensi meningkatkan omset penjualan. Bagaimana juga pemilihan lokasi merupakan hal yang sangat penting demi kelangsungan usaha.</p> <p>Sesudah itu barulah berunding dengan pemilik daerah tersebut. Jangan lupa memastikan bangunan itu telah mempunyai IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Perlu diamati juga bahwa IMB yang dimiliki pemilik tempat tersebut boleh digunakan untuk usaha.</p> <p>Beberapa tempat mempunyai peraturannya sendiri. Misalnya Jakarta, tidak memperkenankan tempat yang IMB-nya untuk Rumah Tinggal seandainya dijadikan lokasi usaha. Hal ini nantinya berkaitan dengan pengurusan perizinan usaha. Ditambah lagi, seandainya butuh pinjaman, bank-bank umumnya akan minta dokumen yang lengkap dan sesuai. </p> <p>Misalnya IMB tidak ada masalah, barulah berikutnya mendiskusikan masalah harga sewa. Setelah harga deal, berikutnya membuat surat perjanjian sewa ruko. Surat perjanjian ini jangan diabaikan karena itu menjadi bukti yang mengikat dengan pemilik ruko atau toko.</p> <p>Kurang lebih surat perjanjian itu berisikan:<br> – identitas masing-masing pihak<br> – rincian pengendalian hak dan kewajiban masing-masing pihak<br> – besaran harga dan lamanya sewa<br> – kewajiban biaya-biaya operasional seperti listrik dan PBB dibebankan kepada siapa.</p> <p>Simak Juga: <a href="https://www.rentfix.com/search?property_group=2&property_type_id=26">Sewa Rumah</a></p> <p>Di sinilah pentingnya negosiasi dilakukan Dalam surat perjanjian itu sebaiknya mencantumkan dengan jelas biaya-biaya apa saja yang menjadi tanggungan penyewa. Misalkan saja penyewa menanggung biaya listrik, air, retribusi, dan sejenisnya. Sedangkan PBB ditanggung pemilik.</p> <p>Jangan lupakan juga surat perjanjian itu ditandatangi kedua belah pihak di atas materai secukupnya. Sertakan juga dua saksi yang mengetahui perjanjian itu dibuat. Sebisa mungkin saksi berasal dari ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). Tetapi mengadakan saksi ini bukan hal wajib.</p> <p><strong>Pengurusan izin gangguan</strong></p> <p>Apakah sudah selesai dan bisa membuka bisnis? Bisa saja, tetapi jangan lupa juga mengurus izin usahanya.</p> <p>Izin usaha penting karena menjadi keaslian kelangsungkan usaha untuk kedepannya. Apalagi apabila tempat usahanya masuk radius ring 1 alias daerah ramai maka mudah dideteksi oleh aparat. Jadi jangan coba-coba membuka usaha tanpa izin.</p> <p>Apa saja yang perlu diperhatikan dalam pengurusan izin gangguan/Hinder Ordonantie (HO) ini? Pertama yang harus diketahuil, izin gangguan/HO adalah izin tempat usaha atau aktivitas terhadap pribadi atau badan peraturan yang melakukan suatu bidang usaha yang berpotensi memunculkan bahaya, kerugian, dan gangguan masyarakat serta kelestarian lingkungan hidup.</p> <p>Bisa jadi izin gangguan ini ‘menganggu’ pemilik usaha kecil atau pemula. tetapi suka atau tidak suka, ini tata tertib yang memang harus dijalankan apabila berkeinginan usaha beroperasi secara resmi. Izin ini disyaratkan dengan tujuan pembinaan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan usaha dalam upaya melindungi kepentingan umum.</p> <p>Dokumen yang dibutuhkan pengurusan izin, khusus pembisnis pemula yaitu:</p> <ul><li>Fotokopi KTP pemohon</li><li>Fotokopi IMB</li><li>Fotokopi NPWP pemohon</li><li>Surat persetujuan tetangga (form diperoleh dari kantor lurah)</li><li>Bukti pembayaran PBB terakhir</li><li>Surat perjanjian sewa tempat usaha (seandainya sewa)</li></ul> <p>Cek Juga: <a href="https://www.rentfix.com/search?property_group=1&property_type_id=1">Sewa Ruko</a></p> <p>Pengerjaannya dokumen itu diserahkan ke pemerintah setempat. Setelah memakan waktu kurang lebih tiga minggu. Sesudah itu akan menerima surat ketentuan retribusi tempat (SKRD).</p> <p>Masa berlaku izin ini yaitu tiga tahun dan bisa diperpanjang. Dokumen perpanjangan izin sama seperti disaat pengajuan izin pertama namun ditambah dengan surat izin gangguan yang sebelumnya.</p> <p>Dengan mengantongi izin gangguan ini, maka tempat usaha tersebut telah memenuhi unsur legalitas. Mungkin pernah dann sudah banyak informasi di media massa di mana tempat-tempat usaha yang liar alias tidak berizin dibongkar paksa aparat pemerintah.</p> <p>Selain itu, izin yang dimiliki dengan sendirinya menjadi senjata ampuh sebagai sarana perlindungan peraturan. Lagi pula, mengantongi izin gangguan memperlihatkan bukti pemilik usaha mematuhi hukum peraturan yang berlaku.</p> <p>Demikian hal-hal dasar yang perlu diperhatikan saat berkeinginan menyewa tempat untuk usaha. Harga sewa memang menjadi unsur pertimbangan utama. Tetapi izin usaha juga harus dipertimbangkan.</p> <p>Untuk apa bayar murah apabila keaslian usaha tidak dapat dilaksanakan dengan benar? Malah dapat terkena dampat tindakan langsung dari aparat dan justru tempat usaha harus dipaksa tutup.</p> <p>Lagipula, masalah harga sewa seharusnya menjadi bagian dari modal. pinjaman untuk usaha sekarang ini juga sudah banyak tersedia bukan?</p> <p>Simak Juga: <a href="https://www.rentfix.com/search?property_group=1&property_type_id=2">Sewa Gudang</a></p> <p></p>