Strategi Bangunan Agar Tahan Tsunami

tahan tsunami
tahan tsunami

Tahan Tsunami – Tsunami lazimnya diciptakan oleh gempa bumi dahsyat di bawah badan air yang besar. Momen seismik ini menghasilkan gelombang yang lebih rumit ketimbang dikala angin meniup permukaan air. Gelombang itu bisa menjalankan perjalanan ratusan mil per jam sampai menempuh air dangkal dan garis pantai. Gelombang yang dashyat ini, ketika menempuh daratan, akibatnya kapabel menyebabkan semacam itu banyak kerusakan dan korban jiwa.

Baca juga : Pagar Beton

Dikala tsunami terjadi, yang senantiasa direkomendasikan untuk dilaksanakan ialah lari dan pergi ke dataran yang tinggi. Tetapi bagaimana bila petaka itu terjadi di tengah malam dan tak ada seorangpun yang punya cukup waktu untuk pergi? Badan Penanggulangan Petaka Federal milik Amerika atau umum yang disingkat FEMA mempunyai sebuah Petunjuk Desain Struktur untuk Evakuasi Vertikal dari Tsunami. Ini sebagian diantaranya:

Buat bangunan dari beton
Sebagian arsitek di Jepang mengungkapkan bahwa bangunan dari kayu lebih bendung gempa bumi sebab sifatnya yang lebih lentur, tetapi hal itu membikin bangunan hal yang demikian sungguh-sungguh rawan bila terkena tsunami. FEMA menghimbau supaya membangun gedung dengan beton bertulang. Alih-alih mengaplikasikan kayu, walaupun konstruksi kayu lebih bendung kepada gempa bumi.

Struktur beton bertulang atau kerangka baja dianjurkan untuk struktur evakuasi vertikal. Struktur evakuasi vertikal menyediakan sarana untuk menghasilkan zona perlindungan bagi masyarakat, di mana evakuasi keluar dari area genangan tsunami tak memungkinkan.

Buat desain struktur yang mempunyai ruang untuk memperbolehkan air mengalir.
Buatlah struktur bertingkat, dengan lantai pertama yang terbuka (atau berada di atas pentas), sehingga daya utama air tsunami yang datang bisa melaluinya. Kerusakan pengaruh air yang naik juga akan berkurang, bila air dapat mengalir di bawah struktur bangunan.

Arsitek Daniel A. Nelson dan Northwest Architects kerap kali mengaplikasikan pendekatan ini pada daerah tinggal yang mereka bangun di Pantai Washington. Tetapi, saran ini semestinya dipertimbangkan lagi, dengan memperhatikan lokasi di mana struktur akan dibangun.

Baca : Kanstin

Buat pondasi yang benar-benar sungguh-sungguh kokoh
Buat pondasi yang sungguh-sungguh dalam dan mempunyai pijakan yang sungguh-sungguh kokoh. Tenaga gelombang tsunami kapabel mengalahkan bangunan yang terbuat dari beton bila tak mempunyai pondasi yang seimbang.

Buat desain dengan redudansi
Gempa di Kobe, Northidge dan Turki menjadi bukti bahwa bangunan dengan derajat redudansi yang rendah mengalami kerusakan. Bentuk ini terjadi mengingat bahwa peran redundansi pada struktur yang mendapatkan muatan gempa sungguh-sungguh tinggi.

Redundansi memberikan kemungkinan pilihan distribusi muatan ketika terjadi keruntuhan lokal dari metode struktur sebelum menempuh keruntuhan sempurna, sehingga menyediakan waktu bagi pengguna bangunan untuk menyelamatkan diri. Bentuk ini juga berlaku sama pada gelombang tsunami.

Pertimbangkan dari mana arah laut ketika membangun
Bangunan dengan tembok yang menghadap laut secara lantas, nantinya akan menghadap gelombang tsunami juga secara lantas. Tembok yang terhantam gelombang secara berhadapan tentunya akan mengalami kerusakan yang lebih parah.

Walaupun kolom yang diterapkan juga penting
FEMA mengungkapkan bahwa wujud kolom yang diterapkan pada bangunan juga sungguh-sungguh berimbas pada ketika terjadinya hempasan tsunami. Kolom yang berbentuk bundar akan menciptakan gaya seret yang lebih rendah, ketimbang yang berbentuk persegi atau persegi panjang. itu, puing-puing yang terbawa lewat air akan lebih kecil kemungkinannya untuk bertumbukan dengan kolom yang berbentuk bundar. bangunan dihasilkan telah dengan sungguh-sungguh kokoh, usaha para arsitek ini akan menjadi sia-sia bila masyarakat yang berada di tempat sekitar daerah terjadinya petaka bukannya berupaya untuk menyelamatkan diri melainkan pun mencoba mengambil gambar dari kejadian hal yang demikian. Waspada ya, bila kau telah memperhatikan pertanda-pertanda petaka akan datang, jangan ragu-ragu dan lantas selamatkan dirimu. tahan tsunami

Pagar BRC

admin@jeta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Pelajaran dari Film Hotel Mumbai

Mon Jul 15 , 2019
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img src="https://image.freepik.com/free-vector/two-construction-trucks-working-factory-field_1308-30379.jpg" alt="tahan tsunami"/><figcaption>tahan tsunami</figcaption></figure></div> <p>Tahan Tsunami – Tsunami lazimnya diciptakan oleh gempa bumi dahsyat di bawah badan air yang besar. Momen seismik ini menghasilkan gelombang yang lebih rumit ketimbang dikala angin meniup permukaan air. Gelombang itu bisa menjalankan perjalanan ratusan mil per jam sampai menempuh air dangkal dan garis pantai. Gelombang yang dashyat ini, ketika menempuh daratan, akibatnya kapabel menyebabkan semacam itu banyak kerusakan dan korban jiwa.</p> <blockquote class="wp-block-quote"><p>Baca juga : <a href="http://www.mitrasumberkarunia.com/pagar-beton"><strong>Pagar Beton</strong></a></p></blockquote> <p>Dikala tsunami terjadi, yang senantiasa direkomendasikan untuk dilaksanakan ialah lari dan pergi ke dataran yang tinggi. Tetapi bagaimana bila petaka itu terjadi di tengah malam dan tak ada seorangpun yang punya cukup waktu untuk pergi? Badan Penanggulangan Petaka Federal milik Amerika atau umum yang disingkat FEMA mempunyai sebuah Petunjuk Desain Struktur untuk Evakuasi Vertikal dari Tsunami. Ini sebagian diantaranya:</p> <p>Buat bangunan dari beton<br> Sebagian arsitek di Jepang mengungkapkan bahwa bangunan dari kayu lebih bendung gempa bumi sebab sifatnya yang lebih lentur, tetapi hal itu membikin bangunan hal yang demikian sungguh-sungguh rawan bila terkena tsunami. FEMA menghimbau supaya membangun gedung dengan beton bertulang. Alih-alih mengaplikasikan kayu, walaupun konstruksi kayu lebih bendung kepada gempa bumi.</p> <p>Struktur beton bertulang atau kerangka baja dianjurkan untuk struktur evakuasi vertikal. Struktur evakuasi vertikal menyediakan sarana untuk menghasilkan zona perlindungan bagi masyarakat, di mana evakuasi keluar dari area genangan tsunami tak memungkinkan.</p> <p>Buat desain struktur yang mempunyai ruang untuk memperbolehkan air mengalir.<br> Buatlah struktur bertingkat, dengan lantai pertama yang terbuka (atau berada di atas pentas), sehingga daya utama air tsunami yang datang bisa melaluinya. Kerusakan pengaruh air yang naik juga akan berkurang, bila air dapat mengalir di bawah struktur bangunan.</p> <p>Arsitek Daniel A. Nelson dan Northwest Architects kerap kali mengaplikasikan pendekatan ini pada daerah tinggal yang mereka bangun di Pantai Washington. Tetapi, saran ini semestinya dipertimbangkan lagi, dengan memperhatikan lokasi di mana struktur akan dibangun.</p> <blockquote class="wp-block-quote"><p>Baca : <a href="http://www.mitrasumberkarunia.com/kanstin"><strong>Kanstin</strong></a></p></blockquote> <p>Buat pondasi yang benar-benar sungguh-sungguh kokoh<br> Buat pondasi yang sungguh-sungguh dalam dan mempunyai pijakan yang sungguh-sungguh kokoh. Tenaga gelombang tsunami kapabel mengalahkan bangunan yang terbuat dari beton bila tak mempunyai pondasi yang seimbang.</p> <p>Buat desain dengan redudansi<br> Gempa di Kobe, Northidge dan Turki menjadi bukti bahwa bangunan dengan derajat redudansi yang rendah mengalami kerusakan. Bentuk ini terjadi mengingat bahwa peran redundansi pada struktur yang mendapatkan muatan gempa sungguh-sungguh tinggi.</p> <p>Redundansi memberikan kemungkinan pilihan distribusi muatan ketika terjadi keruntuhan lokal dari metode struktur sebelum menempuh keruntuhan sempurna, sehingga menyediakan waktu bagi pengguna bangunan untuk menyelamatkan diri. Bentuk ini juga berlaku sama pada gelombang tsunami.</p> <p>Pertimbangkan dari mana arah laut ketika membangun<br> Bangunan dengan tembok yang menghadap laut secara lantas, nantinya akan menghadap gelombang tsunami juga secara lantas. Tembok yang terhantam gelombang secara berhadapan tentunya akan mengalami kerusakan yang lebih parah.</p> <p>Walaupun kolom yang diterapkan juga penting<br> FEMA mengungkapkan bahwa wujud kolom yang diterapkan pada bangunan juga sungguh-sungguh berimbas pada ketika terjadinya hempasan tsunami. Kolom yang berbentuk bundar akan menciptakan gaya seret yang lebih rendah, ketimbang yang berbentuk persegi atau persegi panjang. itu, puing-puing yang terbawa lewat air akan lebih kecil kemungkinannya untuk bertumbukan dengan kolom yang berbentuk bundar. bangunan dihasilkan telah dengan sungguh-sungguh kokoh, usaha para arsitek ini akan menjadi sia-sia bila masyarakat yang berada di tempat sekitar daerah terjadinya petaka bukannya berupaya untuk menyelamatkan diri melainkan pun mencoba mengambil gambar dari kejadian hal yang demikian. Waspada ya, bila kau telah memperhatikan pertanda-pertanda petaka akan datang, jangan ragu-ragu dan lantas selamatkan dirimu. tahan tsunami</p> <blockquote class="wp-block-quote"><p><a href="http://www.mitrasumberkarunia.com/pagar-brc"><strong>Pagar BRC</strong></a></p></blockquote>